Tingkat Pengangguran Terbuka Di Provinsi Riau Pada Agustus 2013 Sebesar 5,50 Persen

  • Jumlah angkatan kerja di Provinsi Riau pada Agustus 2013 mencapai 2.625.848 orang. Jika dibandingkan dengan total penduduk usia 15 tahun keatas yang berjumlah 4.127.474 orang, maka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Riau sebesar 63,62 persen.
  • Jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi Riau pada Agustus 2013 sebanyak 2.481.361 orang, dengan rincian sebanyak 941.463 orang di bekerja di daerah perkotaan dan sebanyak 1.539.898 orang bekerja di daerah pedesaan.
  • Jumlah  pengangguran pada Agustus 2013 sebanyak 144.487, dengan demikian  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Riau mencapai sebesar 5,50 persen, yang berarti naik jika dibandingkan dengan TPT di tahun 2012  yang hanya sebesar 4,30 persen.

Indeks Tendensi Konsumen

  1. Penjelasan Umum
  • Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik setiap triwulan melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.
  • Responden STK merupakan sub-sampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Riau Oktober 2013, Pekanbaru Inflasi 0,80 Persen Dan Dumai Inflasi 1,17 Persen

  • Bulan Oktober 2013, Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 144,29.  Demikian juga Kota Dumai mengalami inflasi sebesar 1,17 persen dengan IHK  149,21.  Laju inflasi tahun kalender di Pekanbaru 7,94 persen dan Dumai 7,90 persen,  sedangkan  inflasi “year on year”  Kota Pekanbaru 8,33 persen dan Dumai 9,01 persen.

Produksi Padi, Jagung, Dan Kedelai Provinsi Riau (Angka Ramalan II Tahun 2013)

A. PADI
  • Angka Ramalan (ARAM) II produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 440.131 ton padi Gabah Kering Giling (GKG) atau turun 72.021  ton (14,06 persen) dibanding produksi tahun 2012. Penurunan produksi terjadi karena adanya penurunan luas panen sebesar 23.182 hektar atau 16,10 persen. Di sisi lain, produktivitas mengalami kenaikan sebesar 0,86 kuintal/hektar (2,42 persen) dibanding tahun 2012.
  • Berdasarkan realisasi luas panen tahun 2013, penurunan luas panen terjadi pada realisasi panen periode Januari-April sebesar 13.597 hektar (turun 19,63 persen), penurunan luas panen juga terjadi di periode Mei-Agustus sebesar 1.253 hektar (2,95 persen) sementara penurunan luas panen pada periode September-Desember diperkirakan sebesar 8.332 hektar (turun 25,80 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2012.