Perkembangan Ekspor dan Impor Juli 2009

 

EKSPOR RIAU BULAN JULI 2009 TURUN 39,14 PERSEN

  • Nilai ekspor Riau bulan Juli 2009 mencapai US$ 596,68 juta atau mengalami penurunan sebesar 39,14 persen dibanding ekspor bulan Juni 2009 yang mencapai US$ 980,40 juta. Secara komulatif nilai ekspor Januari-Juli 2009 sebesar US$ 5.357,49 juta mengalami penurunan sebesar 43,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 9.421,58 juta. Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap Nasional bulan Juli 2009 sebesar 6,18 persen dan pada Januari-Juli 2009 sebesar 8,97 persen.

  • Ekspor migas bulan Juli 2009 mencapai US$ 247,61 juta atau turun 33,42 persen dibanding ekspor migas bulan Mei 2009, sedangkan selama Januari-Juli 2009 ekspor migas mencapai US$ 1.650,32 juta atau mengalami penurunan sebesar 59,55 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai Tukar Petani Di Provinsi Riau Bulan September 2009 Turun 0,19 Persen

 

  • Pada bulan September 2009, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 99,56 atau turun 0,19 persen dibanding NTP Agustus 2009 yang mencapai 99,75. Hal ini disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,31 persen lebih kecil dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,50 persen. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 103,61, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 109,01, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 94,32, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 103,59 dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTPN) 92,80.

DAFTAR NAMA PELAMAR CPNS BPS PROVINSI RIAU TAHUN 2009

BERIKUT DAFTAR NAMA PELAMAR CPNS BPS PROVINSI RIAU TAHUN 2009 YANG DINYATAKAN LULUS TAHAP ADMINISTRASI. JADWAL PENGAMBILAN KTPU TANGGAL 4-6 NOVEMBER 2009.  INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT DILIHAT DI PAPAN PENGUMUMAN BPS PROVINSI RIAU.

Bulan September 2009 Kota Pekanbaru Mengalami Inflasi Sebesar 0,81 Persen

      
  • Inflasi Kota Pekanbaru dan Dumai masing-masing menduduki peringkat ke 14 dan 5 se Sumatera dari 16 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), serta pada peringkat ke 46 dan 8 dari 66 kota di Indonesia. Inflasi tertinggi di Sumatera terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 2,66 persen, dan terendah di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,70 persen.
  • Inflasi Kota Pekanbaru disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 2,03 persen, sandang 1,75 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,47 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,40 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,15 persen, dan kesehatan sebesar 0,05 persen.