Nilai Tukar Petani (NTP) Di Provinsi Riau Maret 2014 Sebesar 98,61 Atau Naik 1,52 Persen

  • Pada bulan Maret 2014, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 98,61 atau naik sebesar 1,52 persen dibanding NTP Februari 2014 yang mencapai 97,14. Kenaikan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,58 persen lebih besar jika dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang mengalami kenaikan hanya sebesar 0,07 persen.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen (Inflasi/Deflasi) Februari 2014, Provinsi Riau Inflasi 0,11 Persen

  • Bulan Februari 2014, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,36 dan Laju Inflasi Tahun Kalender (Februari 2014 terhadap Desember 2013)  sebesar 0,91 persen.  Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan 0,46 persen, diikuti oleh Dumai 0,30 persen, dan inflasi terendah di Pekanbaru sebesar 0,04 persen.

Perkembangan Ekspor Dan Impor Riau Desember 2013

EKSPOR RIAU BULAN DESEMBER 2013 TURUN 10,23 PERSEN

  • Nilai ekspor Riau pada bulan Desember 2013 mencapai US$ 1.508,95 juta atau mengalami penurunan sebesar 10,23 persen dibanding ekspor bulan November 2013 sebesar US$ 1.680,85 juta. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-Desember 2013 sebesar US$ 17.557,16 juta atau turun sebesar 8,29 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 yang besarnya US$ 19.144,90 juta. Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap Nasional bulan Desember 2013 sebesar 8,88 persen.

Produksi Padi, Jagung, Dan Kedelai Provinsi Riau (Angka Sementara 2013)

     A. PADI
  • Angka Sementara (ASEM) produksi padi tahun 2013 adalah sebesar 434.151 ton padi Gabah Kering Giling (GKG) atau menurun sebesar 78.001 ton (15,23 persen) dibandingkan produksi tahun 2012. Penurunan produksi padi terjadi karena adanya penurunan luas panen yang cukup siginifikan, yaitu sebesar 25.497 hektar atau 17,70 persen walaupun disertai dengan adanya peningkatan produktivitas sebesar 1,07 kuintal/hektar (3,01 persen) dibanding tahun 2012.
  • Berdasarkan musim panen tahun 2013, penurunan luas panen terbesar secara absolut terjadi pada realisasi panen periode Januari-April sebesar 13.597 hektar (turun 19,63 persen) dibandingkan dengan luas panen pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).