Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Di Provinsi Riau

  • Bulan Januari 2014, Kota Pekanbaru inflasi 0,69 persen, Dumai 0,43 persen dan Tembilahan 2,58 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Pekanbaru sebesar 110,92  dengan  Laju inflasi “year on year”  (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 7,66 persen. IHK Kota Dumai sebesar  110,67  dengan laju inflasi “year on year”  7,92 persen. Sedangkan IHK Kota Tembilahan 115,63 dengan laju inflasi “year on year”  12,07 persen.

Perkembangan Ekspor Dan Impor Riau November 2013

EKSPOR RIAU BULAN NOVEMBER 2013 NAIK 1,53 PERSEN

  • Nilai ekspor Riau pada bulan November 2013 mencapai US$ 1.680,85 juta atau mengalami kenaikan sebesar 1,53 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2013 yang sebesar US$ 1.655,60 juta. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-November 2013 sebesar US$ 16.048,21 juta atau turun sebesar 8,87 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 yang besarnya US$ 17.609,67 juta. Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap Nasional bulan November 2013 sebesar 10,55 persen.

Nilai Tukar Petani (Ntp) Di Provinsi Riau Januari 2014 Sebesar 97,65 Atau Naik 0,53 Persen

  • Pada bulan Januari 2014, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 97,65 atau naik 0,53 persen dibanding NTP Desember 2013 yang mencapai 97,14. Kenaikan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,32 persen, lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yaitu sebesar 0,78 persen.

Tingkat Kemiskinan Riau September 2013

  • Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Riau September 2013 sebesar 522,53 ribu jiwa (8,42 persen). Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 yang berjumlah 481,31 ribu jiwa (8,05 persen), jumlah penduduk miskin di Riau mengalami kenaikan sebanyak 41,22 ribu jiwa.
  • Secara relatif terjadi kenaikan persentase penduduk miskin dari 8,05 persen pada September 2012 menjadi 8,42 persen pada bulan September 2013. Terjadi kenaikan sebesar 0,37 persen.
  • Selama periode September 2012- September 2013, penduduk miskin di daerah perdesaan diperkirakan bertambah 34,92 ribu jiwa, sementara di daerah perkotaan diperkirakan bertambah 6,3 ribu jiwa.