- Angka Tetap (ATAP) produksi padi tahun 2009 adalah sebesar 531.429 ton padi Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 37.169 ton (7,52 persen) dibanding produksi tahun 2008. Kenaikan produksi terjadi karena adanya kenaikan luas panen sebesar 1.627 hektar atau 1,10 persen disertai peningkatan produktivitas yang cukup siginifikan, yaitu sebesar 2,12 kuintal/hektar (6,35 persen) dibanding tahun 2008.
- Berdasarkan musim panen tahun 2009, kenaikan luas panen terbesar terjadi pada realisasi panen periode September-Desember sebesar 9.535 hektar (naik 54,85 persen) dibandingkan dengan luas panen pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).
- Produksi padi tahun 2010 berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) II 2010 adalah sebesar 535.238 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 3.809 ton (0,72 persen) dibandingkan produksi padi tahun 2009. Peningkatan produksi ini dipengaruhi oleh adanya kenaikan produktivitas sebesar 0,83 kuintal/hektar (2,34 persen) dibanding tahun sebelumnya.
- Produksi jagung tahun 2009 (ATAP) sebesar 56.521 ton pipilan kering, atau meningkat sebesar 17,85 persen dibanding tahun 2008 dengan tingkat produktivitas 22,59 kuintal per hektar (naik 0,8 persen) dan luas panen sebesar 25.016 hektar (naik 16,91 persen).
- Produksi jagung tahun 2010 (Angka Ramalan II) diperkirakan sebesar 44.599 ton pipilan kering atau turun 11.922 ton (21,09 persen) dibandingkan produksi jagung tahun 2009. Hal ini diperkirakan karena menurunnya luas panen jagung sebesar 5.239 hektar (20,94 persen).
- Berdasarkan Angka Tetap (ATAP), produksi kedelai tahun 2009 adalah sebesar 5.298 ton biji kering atau naik sebesar 12,99 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena adanya kenaikan luas panen sebesar 587 hektar atau 13,59 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Pada tahun 2010, produksi kedelai di Riau (ARAM II) diperkirakan sebesar 6.560 ton biji kering atau naik sebesar 1.262 ton (23,82 persen) dibandingkan produksi tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipengaruhi oleh kenaikan luas panen sebesar 1.051 hektar atau 21,42 persen dibandingkan dengan luas panen tahun 2009, serta kenaikan produktivitas sebesar 0,21 kuintal/hektar atau 1,97 persen.
