Bab 4 Penduduk dan Ketenagakerjaan

 

Penduduk

Jumlah penduduk Provinsi Riau menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP 2010) adalah 5.538.367 jiwa, terdiri dari 2.853.168 laki-laki dan 2.685.199 perempuan.

Sementara banyaknya rumah tangga  yang terdapat di Provinsi Riau pada tahun 2010 tercatat 1.328.461 rumah tangga dengan rata-rata penduduk 4 jiwa per rumah tangga.   

Sensus Penduduk (SP) dilaksanakan 10 tahun sekali. Dan berdasarkan data SP 2010, proyeksi penduduk Riau tahun 2012  berjumlah 5.929.172 jiwa.

Distribusi penduduk 2012 menurut kabupaten/ kota menunjukkan bahwa penduduk Riau terkonsentrasi di Kota Pekanbaru sebagai ibukota provinsi dengan jumlah penduduk  964.558 jiwa atau sekitar 16,27 persen dari seluruh penduduk Riau. Sedangkan kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 183.135 jiwa. 

Pada tahun 2012, jumlah penduduk miskin di Riau 8,05 persen, dengan garis kemiskinan yang meningkat menjadi Rp.310.603,-. Pemerintah selalu berupaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat melalui kebijakan-kebijakannya.

Transmigrasi merupakan program pemerintah dalam usaha pemerataan penduduk. Hingga tahun 2012, Provinsi Riau masih menjadi daerah tujuan transmigrasi. Pada tahun 2012 realisasi penempatan Transmigran di Provinsi Riau adalah 16  kepala keluarga atau 69 jiwa, berasal dari APPDT.

Ketenagakerjaan

Masalah kependudukan selalu berkaitan dengan  masalah  ketenagakerjaan. Salah satu contoh adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk akan berpengaruh juga  pada tingginya  penyediaan (supply) tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja yang  tinggi tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja yang cukup akan menimbulkan  pengangguran  dan setengah pengangguran.

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2012 (Sakernas 2012) menunjukkan bahwa di Provinsi Riau komposisi antara angkatan kerja dan bukan angkatan kerja untuk penduduk berusia 15 tahun keatas tidak jauh berbeda di semua kabupaten/kota. Angkatan kerja penduduk laki-laki jauh lebih banyak dibanding bukan angkatan kerja. Sementara pada penduduk perempuan, bukan angkatan kerja justru lebih banyak dibanding angkatan kerja, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Kabupaten dengan persentase angkatan kerja terbesar adalah Kepulauan Meranti dan Bengkalis, masing-masing sebesar 70,44 persen dan 67,11 persen. Sedangkan nilai persentase angkatan kerja terkecil adalah Rokan Hulu sebesar 58,48 persen. Dari total angkatan kerja yang bekerja, ternyata sebagian besarnya terserap di sektor Pertanian, diikuti oleh sektor Perdagangan, Rumah Makan, dan Hotel serta jasa-jasa.

Pada tahun 2013, PNS yang menjadi peserta aktif Taspen berjumlah 101.588 orang yang terdiri dari PNS Pusat sebanyak 13.129 orang (12,92 persen), PNS Daerah Otonom sebanyak 88.433 orang (87,05 persen), dan Pejabat Negara sebanyak 26 orang (0,03 persen). Pejabat Negara di setiap wilayah terdapat dua orang yaitu kepala daerah dan wakilnya. Jumlah pensiunan keadaan bulan April 2013 adalah 26.773 orang atau bertambah 5,62 persen dari 25.348 orang pada April 2012. Sementara pembayaran pensiunan yang dilakukan oleh Taspen meningkat 19,19 persen dari tahun sebelumnya.

AttachmentSize
tabel 4.1.4.pdf35.9 KB
tabel 4.1.5.pdf111.72 KB
tabel 4.1.6.pdf146.07 KB
tabel 4.2.1.pdf29.4 KB
tabel 4.2.3.pdf35.85 KB