Bab 4 Penduduk dan Ketenagakerjaan

Penduduk

Jumlah Penduduk Provinsi Riau menurut hasil Sensus Penduduk 2000 (SP 2000) sebesar 4 755 176 jiwa dengan luas wilayah sebesar 94 561,60 km2 (termasuk provinsi Kepri). Kepadatan penduduk di provinsi Riau tahun 2000 sebesar 50,29 jiwa per km2. Jumlah penduduk laki-laki 2 431 348 jiwa dan 2 323 828 jiwa penduduk perempuan.

Tabel 4.1.2 memuat data banyaknya rumah tangga yang terdapat di Provinsi Riau pada tahun 2000 tercatat 1 162 289 rumah tangga dengan rata-rata penduduk 4,09 per rumah tangga.   

Berdasarkan hasil Proyeksi Penduduk 2008, jumlah penduduk Provinsi Riau sebesar 5 189 154 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki sebesar 2 735 828 jiwa dan penduduk perempuan sebesar 2 453 326 jiwa.

Kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 785 380 jiwa, sedangkan kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kota Dumai sebesar 236 778 jiwa.
Pemerintah mengusahakan penyebaran penduduk yang lebih merata dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya, yang disebut transmigrasi. Pada tahun 2008 realisasi penempatan Transmigran di Provinsi Riau adalah 150 kepala keluarga atau 610 jiwa, berasal dari APPDT dan Provinsi Banten.

Ketenagakerjaan

Masalah kependudukan selalu berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan. Salah satu contoh adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk akan berpengaruh juga pada tingginya penyediaan (supply) tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja yang tinggi tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja yang cukup akan menimbulkan pengangguran  dan setengah pengangguran.

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2008 mencatat bahwa di Provinsi Riau komposisi antara angkatan kerja dan bukan angkatan kerja untuk penduduk berusia 15 tahun keatas tidak jauh berbeda di semua kabupaten/kota. Persamaan ini terlihat pada nilai persentase angkatan kerja yang tidak jauh berbeda dengan persentase bukan angkatan kerja, berkisar diantara 50 persen. Kabupaten dengan persentase angkatan kerja terbesar adalah Pelalawan dan Siak, masing-masing sebesar 89,25 persen dan 89,09 persen. Sedangkan nilai persentase angkatan kerja terkecil adalah Kuansing dan Pekanbaru, masing-masing sebesar 81,92 persen dan 78,54 persen. Dari total angkatan kerja yang bekerja, ternyata sebagian besarnya terserap di sektor Pertanian (49,30 persen), diikuti oleh sektor Perdagangan, rumah makan, dan hotel serta jasa-jasa, masing-masing sebesar 17,58 persen dan 13,50 persen.

Selanjutnya data mengenai banyaknya Pegawai Negeri Sipil yang tercatat sebagai peserta Taspen menunjukkan bahwa sampai dengan keadaan Tahun 2008 berjumlah 98 762 orang yang terdiri dari PNS Pusat sebanyak 15 444 orang(15,64 persen), PNS Daerah Otonom sebanyak 83 280 orang (84,32 persen), dan Pejabat Negara sebanyak 38 orang (0,04 persen). Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat pada tabel 4.2.4-4.2.7.

Informasi kuantitatif lainnya yang disajikan dalam bab ini   adalah situasi pencari kerja yang terdaftar di Kanwil Depnaker. Banyaknya   pencari kerja pada tahun 2007 tercatat 23 836 orang   terdiri 13 664 pencari kerja laki-laki dan 10 172 orang perempuan. Dari jumlah tersebut sebanyak 20 230 orang (84,87 persen) diantaranya berusia antara 10-29 tahun dan sisanya 3 606 orang (15,13 persen) berusia 30 tahun keatas. 

Tabel Pilihan:

  • Tabel 4.1.4 Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
  • Tabel 4.1.5 Penduduk menurut Kabupaten/Kota 2006-2008 (Jiwa)
  • Tabel 4.1.6 Jumlah dan persentase Penduduk/Keluarga Miskin Provinsi Riau 2006-2008
  • Tabel 4.2.1 Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas menurut Ijazah Tertinggi yang dimiliki dan Jenis Kelamin
  • Tabel 4.2.3 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang lalu menurut Lapangan Usaha Utama 2008

 

AttachmentSize
RDA2009_Tabel-4.1.4.pdf149.35 KB
RDA2009_Tabel-4.1.5.pdf149.43 KB
RDA2009_Tabel-4.1.6.pdf150.68 KB
RDA2009_Tabel-4.2.1.pdf150.91 KB
RDA2009_Tabel-4.2.3.pdf150.83 KB