Siaran Pers 1 September 2025 - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Berkomitmen " NO GRATIFIKASI " Demi Mewujudkan Pemerintahan Yang Bersih dan Bebas KKN

Saat ini Publikasi Provinsi Riau Dalam Angka 2026 sudah tersedia dan dapat anda unduh secara gratis disini

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Siaran Pers 1 September 2025

Siaran Pers 1 September 2025

Siaran Pers 1 September 2025

1 September 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya


Terjadi inflasi di Riau pada bulan Agustus 2025


Pekanbaru, (1/9)- BPS Provinsi Riau mencatat pada bulan Agustus 2025 Provinsi Riau mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,85 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 109,02 pada Juli 2025 menjadi 109,95 pada Agustus 2025. Secara tahunan, pada Agustus 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,58 persen, dan secara tahun kalender terjadi inflasi y-to-d sebesar 2,78 persen.


Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan (m-to-m) terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,05 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,66persen. Kelompok pendidikan pada Agustus 2025 mengalami inflasi sebesar 3,37 persen dan memberikan andil inflasi 0,15 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 0,33 persen dan memiliki andil inflasi 0,02 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m adalah cabai merah, bawang merah, akademi/ perguruan tinggi, telur ayam ras, buncis, dan ikan serai. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Agustus 2025, antara lain: ayam hidup, tomat, jengkol, daging ayam ras, angkutan udara, dan sabun detergen bubuk.


Sedangkan kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang inflasi tahunan (y-on-y) terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,42 persen, dengan andil inflasi sebesar 2,04 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,50 persen dengan andil inflasi sebesar 0,68 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,57 persen dengan andil inflasi sebesar 0,30 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y adalah bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, minyak goreng, akademi/perguruan tinggi, dan beras. Sedangkan komoditas utama yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, adalah: cabai merah, cabai rawit, kentang, bensin, sabun cair/cuci piring, bawang putih, dan tarif parkir.


Menurut wilayah, secara bulanan maupun tahunan tercatat seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Riau mengalami inflasi. Tingkat inflasi m-to-m tertinggi terjadi di Kota Dumai sebesar 1,08 persen dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,28 persen. Sedangkan tingkat inflasi secara y-on-y tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,46 persen dan terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 3,34 persen.


Kinerja Positif Neraca Perdagangan Riau


Nilai ekspor Riau Juli 2025 mencapai US$2,06 miliar, naik 50,75 persen dibanding Juli 2024. Nilai ekspor Riau Januari-Juli 2025 naik 24,53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan nilai ekspor ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang mencatat nilai ekspor sebesar US$11,25 miliar, atau naik 30,07 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.


Kinerja positif sejumlah kelompok komoditas di Riau masih berlanjut sepanjang Januari-Juli 2025. Ekspor lemak dan minyak hewan/nabati capai US$6,61 miliar, naik 47,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan ekspor berbagai produk kimia naik 49,09 persen menjadi US$1,41 miliar. Namun, tak semua kelompok komoditas mencatat kinerja positif. Ekspor ampas dan sisa industri makanan turun 69,93 persen menjadi US$104,75 juta. Total ketiganya memberikan share sekitar 70,89% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Juli 2025.


Tiga besar negara tujuan ekspor Riau adalah Tiongkok, India, dan Malaysia. Share ketiga negara ini sekitar 35,64 persen dari total ekspor non migas Riau pada Januari-Juli 2025. Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor utama komoditas non migas Riau dengan nilai mencapai US$1,93 miliar (16,81 persen), disusul India sebesar US$1,23 miliar (10,77 persen) dan Malaysia sebesar US$0,92 miliar (8,06 persen). Ekspor ke Tiongkok didominasi oleh bubuk kertas (pulp), minyak goreng kelapa sawit, dan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian. Sementara ekspor ke India didominasi oleh minyak mentah kelapa sawit (CPO), minyak goreng kelapa sawit, dan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.


Dari sisi impor, nilai impor Riau Juli 2025 mencapai US$164,94 juta, turun 13,85 persen dibanding Juni 2024. Nilai impor Riau pada Januari-Juli 2025 mencapai US$980,66 juta atau turun 13,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini berasal dari sektor migas dengan nilai impor US$75,03 juta, turun 47,40 persen dan sektor non migas dengan nilai impor US$905,64 juta, turun 9,04 persen. Dilihat dari sisi penggunaan, penurunan impor terjadi pada ketiga golongan penggunaan barang, yaitu barang konsumsi, bahan baku atau penolong, serta barang modal dengan penurunan masing-masing sebesar 61,53 persen, 1,42 persen dan 54,07 persen.


Sepanjang periode Januari-Juli 2025, Kanada menjadi negara utama asal impor non migas Riau dengan nilai US$163,13 juta (18,01 persen), diikuti Tiongkok sebesar US$157,63 juta (17,41 persen),dan Vietnam sebesar US$98,51 juta (10,88 persen). Impor dari Kanada didominasi oleh pupuk buatan tunggal hara makro primer, bubur kertas (pulp) serta mesin pabrik kertas.


Kinerja positif neraca perdagangan Indonesia kembali berlanjut. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat neraca perdagangan barang Riau mengalami surplus US$11,21 miliar sepanjang periode Januari hingga Juli 2025, atau naik US$2,56 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara rinci, nilai ekspor RIau sepanjang Januari-Juli 2025 tercatat US$12,19 miliar, lebih tinggi dibandingkan impor yang mencapai US$980,66 juta. Surplus sepanjang Januari–Juli 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$10,55 miliar dan komoditas migas sebesar US$0,66 miliar.


Surplus perdagangan nonmigas Riau sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini sebagian besar ditopang oleh lima kelompok komoditas, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati (US$6,60 miliar), berbagai produk kimia (US$1,38 miliar), kertas dan karton (US$1,20 miliar), bubur kayu (pulp) (US$1,02 miliar), serta bahan kimia organik (US$0,30 miliar).


Dari sisi negara mitra, periode Januari-Juli 2025, Riau mencatat surplus perdagangan nonmigas tertinggi dengan Tiongkok (US$1,77 miliar), India (US$1,21 miliar), dan Malaysia (US$0,86 miliar). Komoditas penyumbang surplus terbesar dengan Tiongkok adalah bubur kertas (pulp), minyak goreng kelapa sawit, dan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.


Sebaliknya, masih pada periode Januari-Juli 2025, defisit terdalam perdagangan non migas Riau tercatat dengan Kanada (US$144,09 juta), Swedia (US$13,26 juta), dan Brunei Darussalam (US$12,00 juta). Defisit terbesar dengan Kanada disumbang oleh pupuk buatan tunggal hara makro primer, bubur kertas (pulp), dan mesin pabrik kertas.


Nilai Tukar Petani Riau Naik


Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau tercatat naik sebesar 0,67 persen pada Agustus 2025, yaitu dari sebesar 187,70 di Juli 2025 menjadi 188,96 pada Agustus 2025 (m-to-m). Sejalan dengan kenaikan NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian juga mengalami kenaikan sebesar sebesar 1,07 persen, yaitu dari sebesar 183,07 di Juli 2025 menjadi sebesar 185,02 pada Agustus 2025 (m-to-m).


BPS Provinsi Riau mencatat, kenaikan NTP ini disebabkan oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima (It) sebesar 1,18 persen dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,50 persen. Kenaikan Indeks Harga yang Dibayar (Ib) didukung oleh Indeks Konsumsi Rumah Tangga Pertanian (IKRT) dan Indeks Harga yang Dibayar untuk keperluan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM) merupakan komponen dari Indeks Harga yang Dibayar yang juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,66 persen dan 0,11 persen.


Kenaikan NTP di Provinsi Riau didukung oleh 3 dari 5 subsektor penyusun NTP, yaitu Subsektor Hortikultura yang mengalami kenaikan sebesar 0,85 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang naik sebesar 0,75 persen dan Subsektor Tanaman Pangan yang naik sebesar 0,38 persen. Sementara itu, 2 subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Subsektor Peternakan yang mengalami penurunan sebesar 1,57 persen dan Subsektor Perikanan yang mengalami penurunan sebesar 0,11 persen.


NTP Provinsi Riau sebesar 188,96 menempati urutan ke-2 dari 10 provinsi di Pulau Sumatra setelah Bengkulu dengan NTP sebesar 201,80.

 

Kunjungan wisatawan mancanegara meningkat


Angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Riau pada Juli 2025 tercatat mencapai 26.716 kunjungan. Sebanyak 5.836 kunjungan wisman masuk melalui empat pintu masuk utama imigrasi yaitu Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pelabuhan Dumai, pelabuhan Bengkalis, dan Pelabuhan Meranti. Sementara itu, kunjungan wisman yang tercatat melalui Mobile Positioning Data (MPD) di Kabupaten Bengkalis sebanyak 20.880 kunjungan. Jumlah wisman ini naik sebesar 9,64 persen dibanding bulan Juni 2025. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2025, total kunjungan wisman mencapai 146.221 kunjungan. Kunjungan wisman pada Juli 2025 paling banyak dilakukan oleh wisatawan berkebangsaan Malaysia (41,21 persen),Filipina (8,57 persen), dan Singapura (6,02 persen).


Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang meningkat


BPS Provinsi Riau mencatat, pada Juli 2025 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang sebesar 46,58 persen atau naik sebesar 2,12 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya yang mencapai 44,46. Sebaliknya TPK hotel non bintang mengalami penurunan 0,72 poin dari 27,82 persen pada bulan Juni 2025 menjadi 27,10 pada bulan Juli 2025. Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) pada hotel berbintang pada bulan Juli 2025 selama 1,34 malam.


Narahubung Media

Irfarial

BPS Provinsi Riau

[email protected]

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau (Statistics of Riau Province)Jl. Pattimura No. 12 Pekanbaru - Riau

Indonesia

Telp (62-761) 23042

Faks (62-761) 21336

Mailbox : [email protected]

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik