Perkembangan Ekonomi Riau

Pertumbuhan Ekonomi Riau Tanpa Migas y-on-y pada Triwulan II Tahun 2014 mencapai 7,13 persen

  • Pertumbuhan Ekonomi Riau dengan migas pada triwulan II tahun 2014 sebesar 0,01 persen dibandingkan dengan triwulan I tahun 2014 (q-to-q), dan apabila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2013, tumbuh sebesar 2,48 persen (y-on-y).
  • Pertumbuhan Ekonomi Riau tanpa migas pada triwulan II tahun 2014 tumbuh 2,38 persen dibandingkan dengan triwulan I tahun 2014 (q-to-q), dan apabila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2013 perekonomian tumbuh sebesar 7,13 persen (y-on-y).

Indeks Tendensi Konsumen

Indeks Tendensi Konsumen

  1.  Penjelasan Umum
  • Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik setiap triwulan melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.
  • Responden STK merupakan sub-sampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen (Inflasi/Deflasi) Juli 2014, Provinsi Riau Inflasi 0,96 Persen

Provinsi Riau Inflasi 0,96 Persen

  • Bulan Juli 2014, gabungan 3 kota di Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 113,51. Laju Inflasi Tahun Kalender (Juli 2014 terhadap Desember 2013) sebesar 2,85 persen dan Laju Inflasi Tahunan/Year on Year (Juli 2014 terhadap Junl 2013) sebesar 5,62 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, ketiganya mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan 2,22 persen, diikuti oleh Pekanbaru sebesar 0,86 persen dan Dumai 0,83 persen.

Perkembangan Ekspor Dan Impor Riau Juni 2014

EKSPOR RIAU BULAN JUNI 2014 TURUN 6,03 PERSEN

  • Nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Juni 2014 mencapai US$ 1,44 milyar atau mengalami penurunan sebesar 6,03 persen dibanding ekspor bulan Mei 2014 sebesar US$ 1,54 milyar. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-Juni 2014 sebesar US$ 8,45 milyar atau turun sebesar 1,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 yang besarnya US$ 8,61 milyar.